Jalannya Serangan Umum
By: Date: 2020-06-11 Categories: Umum
Jalannya Serangan Umum

Jalannya Serangan Umum

Jalannya Serangan Umum

swatproject.org Pada tanggal 1 Maret 1949, di pagi hari, serangan serentak skala besar dilakukan di seluruh wilayah Divisi Ketiga / GM III, fokus serangan itu di ibukota Republik Yogyakarta dan kota-kota di sekitar Yogyakarta, Magelang Komandan Divisi III / GM III, Komandan Wehrkreis I, Letnan Kolonel Bahrun, Dan Letnan Kolonel Sarbini, Komandan Wehrkreis II Kota Solo membaringkan untuk Mengikat Pasukan Belanda
Pos komando ditempatkan di desa Muto. Menjelang Serangan Umum, Pasukan Merayap Mendekati Kota Dan mentransfer Kecil Telah Memasuki Kota. Pagi hari sekitar pukul 6 pagi, kompilasi siren berbunyi, serangan dimulai di seluruh kota. Dalam serangan ini, Letnan Kolonel Suharto segera memimpin pasukan dari sektor barat ke perbatasan dengan Malioboro. Sektor barat dipimpin oleh Ventje Sumual, sektor selatan dan timur oleh Walikota Sardjono, sektor utara oleh Walikota Kusno. Letnan Amir Murtono dan Letnan Masduki ditunjuk sebagai pemimpin. TNI berhasil mencapai kota Yogyakarta selama 6 jam. Pasukan TNI diterima tepat pada jam 12 siang, disetujui telah disetujui.
Serangan terhadap kota Solo, Yang juga dilakukan dalam skala besar, dapat dilakukan Belanda di Solo sehingga mereka tidak dapat mengirim bantuan dari Solo ke Yogyakarta selama serangan oleh pasukan Brigade X oleh batalyon Brigade IX memperkuat – Yogyakambandaanan yogakakandaan bis dari Magelang ke Yogyakarta. Pasukan Belanda dari Magelang berhasil menerobos gerilyawan republik dan tiba di Yogyakarta sekitar pukul 11.00 pagi.

Kerugian di kedua sisi

Enam orang terbunuh di pesta Belanda, dan tiga di pihak adalah petugas polisi; Selain itu, 14 orang terluka. Begitu pasukan Belanda melumpuhkan serangan itu, berjalan di kota menjadi damai kembali. Lalu lintas dan pasar yang sibuk kembali normal, dan tetap tenang di malam hari dan hari-hari berikutnya.
Pada hari Selasa Selasa sore pukul 12 siang, Jenderal Meier, Dr. Angent (Penandatanganan Bestuurs Wilayah), Kolonel van Langen (Komandan Pasukan di Yogya) dan Resident Stock (Bestuurs-Penasihat) Yogya) mengunjungi istana untuk membahas hubungan dengan Sri Sultan.
Dalam Serangan Ke Yogya, Orang-Orang Indonesia Mencatat Para Korban Sebagai Berikut: 300 Tentara Tewas, 53 Polisi Tewas, Jumlah Orang Yang Terbunuh Tidak Dapat Dihitung Dengan Pasti. Menurut Majalah Belanda De Wappen Broeder, Yang Diterbitkan Pada Maret 1949, 200 Kematian Dan Luka-Luka Terbunuh Di Pihak Belanda Pada Maret 1949 ….