Pengertian Manajemen Operasional Menurut Ahli, Fungsi, Jenis dan Peran
By: Date: 2021-02-06 Categories: Pendidikan
Pengertian-Manajemen-Operasional-Menurut-Ahli,-Fungsi,-Jenis-dan-Peran

Pahami secara operasional

Manajemen operasi merupakan upaya untuk memanfaatkan berbagai faktor produksi dengan sebaik-baiknya, mulai dari sumber daya manusia (SDM), mesin, peralatan, bahan baku hingga faktor produksi dalam mengubahnya menjadi berbagai barang dan produk. Jasa.

 

Pengertian-Manajemen-Operasional-Menurut-Ahli,-Fungsi,-Jenis-dan-Peran

Manajemen operasional merupakan suatu hal yang penting dalam suatu organisasi atau perusahaan dan tugasnya juga bergantung pada ukuran perusahaan. Manajemen manajemen operasi dimulai dengan staf, peralatan, mesin dan bahan baku untuk mempengaruhi kinerja perusahaan.

Manajemen operasi memegang peranan penting dalam kesepakatan strategis dalam pembuatan rencana produksi (manufacturing) dan rencana manajemen proyek yang akan diimplementasikan dengan struktur jaringan untuk teknologi informasi.

Manajemen berkewajiban memeriksa bahan baku yang digunakan untuk produksi dan memastikan tidak ada kelebihan yang terbuang percuma. Mereka memiliki formula untuk memesan jumlah bahan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.

Pahami manajemen operasional menurut para ahli

1. Jay Heizer dan Barry Render

Jay Heizer dan Barry Render menyatakan bahwa manajemen operasional merupakan suatu rencana kegiatan yang menciptakan nilai berupa barang dan jasa yang dapat mengubah input menjadi output.

2. Pangestu Subagyo

Pangestu Subagyo menjelaskan bahwa manajemen operasional merupakan penerapan ilmu manajemen untuk mengelola setiap kegiatan produksi atau operasional yang direncanakan agar efisien.

3. William J. Stevenson

William J. Stevenson menjelaskan bahwa manajemen operasional adalah sistem manajemen atau pengaturan proses dalam pembuatan produk atau penyediaan jasa.

4. Setelah Richard L. Daft

Richard L. Daft menjelaskan bahwa manajemen operasional adalah bidang manajemen yang menitikberatkan pada produksi barang dan menggunakan alat dan teknik khusus untuk menyelesaikan suatu masalah produksi.

Fungsi manajemen operasi

1. Fungsi proses

Ini bersifat teknis, yaitu metode pengolahan bahan.

2. Teknik organisasi dan metode kerja

Dengan fungsi tersebut maka proses produksi dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

3. Fungsi perencanaan material

Ini termasuk menentukan kualitas dan kuantitas bahan dalam produk.

4. Fungsi pemantauan atau kontrol

Memantau penggunaan bahan untuk proses produksi.

Jenis manajemen operasional

Proses pertama

Manajer diharuskan menentukan fasilitas dan proses fisik yang digunakan.

2. Kapasitas

Manajer menentukan jumlah dan perkiraan waktu.

3. Persediaan

Seorang manajer berkewajiban untuk memutuskan apa yang dibutuhkan dan menentukan apa kualitas dan mutunya dan kapan bahan baku dipesan.

4. Kekuasaan

Manajer terlibat dalam perekrutan, PHK, dan penggajian. Ia berkewajiban untuk melakukan pengawasan, kompensasi transportasi dan penggunaan tenaga ahli.

5. Kualitas

Manajemen menetapkan standar, desain perangkat, dan kontrol produk.

Peran manajemen operasional

  • Merencanakan kuantitas dan kualitas bahan baku dalam proses produksi produk.
  • Buat rencana gudang dan peralatan mesin yang efisien untuk menghemat waktu dan mobilisasi.
  • Desain tata letak pabrik.
  • Bertanggung jawab penuh untuk memelihara peralatan pabrik untuk memastikan keandalan dan kelangsungan bisnis.
  • Kembangkan strategi produk unggulan untuk mengikuti persaingan.
  • Merancang rencana kerja yang efektif dan efisien dengan mengevaluasi biaya tenaga kerja.
  • Manajer operasi bertanggung jawab penuh atas keberlangsungan produksi, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Aspek manajemen operasional

1. Aspek perencanaan sistem produksi

Aspek ini untuk memastikan bahwa hasil produksi sesuai dengan harapan konsumen, mulai dari kualitas, harga dan keuntungan.

2. Aspek pengendalian produksi

Aspek yang berkaitan dengan rencana pengendalian yang dirancang untuk memenuhi tujuan yang ditetapkan. Dengan demikian, tujuan yang direncanakan dapat tercapai dengan baik dan hasilnya optimal.

3. Aspek sistem informasi produksi

Aspek dimana informasi harus diterima dengan baik dan diperoleh dengan tepat agar kegiatan produksi dapat berlangsung secara efektif dan efisien.

4. Aspek lingkungan

Aspek lingkungan memegang peranan penting dalam mempertimbangkan kecenderungan dan perkembangan suatu lingkungan. Oleh karena itu, langkah-langkah dapat diambil untuk memperoleh keuntungan dalam meningkatkan produksi produk.

Baca Juga: