Siap-siap, Harga Minyak Goreng Bisa Mahal Sampai Tahun
By: Date: 2021-12-31 Categories: Teknologi
minyak-goreng-mahal

Siap-siap, harga minyak goreng bisa mahal tahun depan

minyak-goreng-mahal

Lonjakan harga minyak nabati diperkirakan akan tetap tinggi hingga kuartal I 2022. Demikian disampaikan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam webinar Indef, Rabu (24 November).
MENAMPILKAN
Penyebab kenaikan berkelanjutan terlihat dari penurunan produksi minyak sawit di sejumlah negara pemasok. Selain itu, produsen minyak nabati masih belum terkait dengan perkebunan kelapa sawit. Pasalnya, banyak produsen yang masih mengandalkan harga CPO dunia.
Selain itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan Oke Nurwan mengatakan minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO) merupakan komoditas yang sedang mengalami siklus super, artinya kenaikan harga akan berlangsung selama waktu yang lama.
“Ini berpotensi untuk terus bergerak, meski kami prediksi akan terus meningkat hingga Q1 2022 karena merupakan komoditas super cycle. Dan itu kemungkinan akan terus meningkat,” kata Oke dalam salah satu Webinar dari Indef, Rabu 24 November.
Selain dalam negeri, Malaysia juga mengalami penurunan produksi minyak sawit yang turun hingga 8 persen. Sedangkan pemasok minyak rapeseed turun 6 persen.
MENAMPILKAN
“Kemudian kemungkinan produksi CPO Indonesia turun dari target 49 juta ton menjadi 47 juta ton,” ujarnya. Selain itu, saat ini sedang terjadi krisis energi dari beberapa negara seperti India, China dan negara-negara di Eropa.
Melihat kondisi tersebut, pemerintah berupaya menjaga ketersediaan, termasuk harga minyak goreng, agar tidak menyulitkan masyarakat. Antara lain, pasokan minyak goreng ditebus dengan harga Rp 14.000 per liter.
“Kami berbicara dengan produsen, terutama untuk Natal dan Tahun Baru, produsen telah menyiapkan minyak goreng kemasan sederhana seharga Rp 14.000 dan dijual melalui gerai ritel modern, dan ini disiapkan hingga 11 juta liter,” jelasnya.

Sumber :