Open source bisa jadi solusi dunia pendidikan, ini dia perannya
By: Date: 2021-09-14 Categories: Teknologi
Open-source-bisa-jadi-solusi-dunia-pendidikan,-ini-dia-perannya

Penggunaan aplikasi software database open source PostgreSQL dianggap penting bagi dunia pendidikan.

Kepala UPT TIK Universitas Negeri Jember, Sudarko, mengatakan dengan aplikasi ini ia bisa mengetahui elemen dasar di sekolah dan universitas.

Open-source-bisa-jadi-solusi-dunia-pendidikan,-ini-dia-perannya

Sudarko mencontohkan di tingkat sekolah dari SD hingga SMA

, aplikasi ini dapat menginformasikan data siswa, sarana prasarana pendidikan bagi guru di sekolah. Ia mengatakan manfaat lain dari penggunaan aplikasi open source adalah pengguna dapat terdorong untuk terlibat dalam mengembangkan aplikasi yang sudah ada.

“Namun, masih ada lembaga pendidikan swasta yang lebih memilih menggunakan aplikasi eksternal dengan sistem jual beli. Meski dalam aplikasi open source semua orang didorong untuk mengembangkan diri,” ujarnya dalam pertemuan di PGConf Asia International Conference 2019, yang membahas semua aspek software database open source PostgreSQL, yang diadakan di Denpasar, Bali, Senin (9/9/2019).

Sudarko menekankan bahwa tantangan saat ini adalah melibatkan profesional TI

untuk bersama-sama membuat aplikasi database mereka sendiri dengan menggunakan aplikasi open source yang berkembang pesat saat ini.

Sudarko memperkirakan sebagian besar lulusan dan profesional TI lebih memilih bekerja di perusahaan swasta sebagai sistem keamanan.

Dikatakannya, untuk meminimalisir lulusan yang memiliki jiwa membangun sistem aplikasi di dunia pendidikan, pihaknya membuat aturan untuk berhubungan dengan mahasiswa di masyarakat dan sebagai bentuk pengakuan mereka menerima beasiswa dari kampus.

“Itulah sebabnya masih banyak ahli yang bekerja dengan berorientasi pada keuntungan.

Saya tidak tahu salah siapa, atau mungkin karena sistem kurikulum kita belum cocok untuk menghasilkan lulusan yang berwirausaha,” ujarnya.

Ia juga berharap ke depan pemerintah memberikan perhatian khusus agar mahasiswa atau pakar TI dapat mengembangkan aplikasinya sendiri, misalnya melalui sertifikasi khusus.

Demokratisasi database Bruce Momjian menunjukkan optimisme bahwa aplikasi PostgreSQL akan berhasil di Asia, khususnya Indonesia. Pasalnya, ia melihat perkembangan kelas pasca sarjana mengalami peningkatan yang cukup baik sejak tahun 2010.

Ia berharap melalui kegiatan ini, Indonesia dapat mandiri dalam pengembangan aplikasi untuk menjadi negara yang maju di dunia teknologi.

Vice President Postgre Conference Asia 2019 Julyanto Sutadang mengatakan, menurut perusahaan riset AT Kearney, sektor pendidikan Indonesia hanya mampu menghasilkan 278 insinyur TI dari satu juta orang, dan jumlah itu jauh lebih rendah dari Malaysia yang 1.834 insinyur TI dan India yang mencetak 1159 poin. . Insinyur TI per 1 juta penduduk.

Dia mengatakan studi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia akan membutuhkan lima kali lebih banyak insinyur TI dalam 10 hingga 15 tahun ke depan untuk mendukung perkembangan ekonomi digital.

“Saya kira ada yang salah dengan sistem pendidikan di negara kita yang mencetak lulusan perguruan tinggi untuk mendapatkan pekerjaan, bukan pekerjaan,” katanya.

Julianto mengatakan, pendidikan dan pelatihan yang memadai diperlukan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berdaya saing di era revolusi industri 4.0. Presentasi berbagai materi pada konferensi PGConf.ASIA 2019 menawarkan kepada para peserta wawasan profesional dan pengetahuan spesialis yang diperluas.

Dia menekankan bahwa konferensi ini berlangsung sebagai bagian dari tanggung jawabnya untuk membangun solusi dan ekosistem kelas perusahaan di pasar dalam negeri berdasarkan perangkat lunak sumber terbuka.

Selain itu, seperti kebanyakan teknologi baru, PostgreSQL tidak menyebar luas dan membutuhkan waktu untuk menembus dunia bisnis negara berkembang. Dia mengatakan ada kebutuhan untuk membangun ekosistem bisnis yang lebih baik untuk PostgreSQL agar dapat digunakan di pasar yang lebih luas dan lebih besar.

“Karena persiapan komponen bisnis yang tidak memadai, PostgreSQL tidak diluncurkan secepat yang diharapkan,” katanya.

Julianto mengatakan seiring dengan berkembangnya perangkat lunak open source di ruang enterprise, diharapkan kebutuhan akan ahli PostgreSQL juga akan meningkat. Acara PGConf Asia 2019 di Indonesia dimaksudkan untuk memperluas ekosistem PostgreSQL dan open source di Indonesia selain interaksi antara hacker dan perusahaan korporat.

“Dan yang tidak kalah pentingnya adalah PGConf.ASIA 2019 dapat mendayagunakan perusahaan sebagai pasar dan akademisi yang menghasilkan sumber daya IT terbaik di tanah air,” ujarnya.

LIHAT JUGA :

https://www.chip.co.id/x8-speeder/
https://teknosentrik.com/yandex-blue-china/
https://teknosentrik.com/45-76-3345-76-33-x-44/
https://teknosentrik.com/111-90-150-204-video/
https://www.chip.co.id/sedekah-cf/
https://www.i4startup.id/vsco-mod-apk/
https://www.chip.co.id/higgs-domino/
https://www.chip.co.id/vsco-mod-apk/
https://www.i4startup.id/gta-sa-lite/
https://www.sudoway.id/cara-menggunakan-lulubox/
https://www.atursaja.com/2129/cara-menghilangkan-suara-vokal-pada-lagu-di-youtube/
https://www.atursaja.com/1338/cara-top-up-ovo-di-indomaret/
https://www.atursaja.com/2285/cara-mengetahui-password-wifi-yang-sudah-terhubung/
https://www.atursaja.com/1964/cara-daftar-internet-banking-mandiri-online/
https://dolanyok.com/x8-sandbox-apk/
https://liga-indonesia.id/x8ds-com-china-apk/
https://snapcard.id/
https://www.masukptn.id/
https://teknosentrik.com/185-62-l53-200/
https://teknosentrik.com/18-di-google/