Pada tahun 2021, Indonesia adalah negara dengan serangan ransomware tertinggi di ASEAN
By: Date: 2022-11-05 Categories: Teknologi
Pada-tahun-2021,-Indonesia-adalah-negara-dengan-serangan-ransomware-tertinggi-di-ASEAN
Rate this post

Serangan Ransomware di Indonesia masih tinggi. Bahkan negara dengan serangan siber paling banyak di Asia Tenggara, juga dikenal sebagai ASEAN.

Pada tahun 2021, Indonesia adalah negara dengan serangan ransomware tertinggi di ASEAN

Menurut laporan perusahaan keamanan cloud Menlo Security, kemarin terungkap bahwa Indonesia adalah negara yang paling banyak menerima serangan siber di ASEAN pada tahun 2021.

Pada-tahun-2021,-Indonesia-adalah-negara-dengan-serangan-ransomware-tertinggi-di-ASEAN

Baca juga:
– Bank Indonesia menjadi korban serangan ransomware
– Setelah serangan besar-besaran, ransomware REvil tiba-tiba menghilang
– Dalam menghadapi ancaman ransomware, Microsoft mengakuisisi Perusahaan Keamanan Siber
– Waspada, Cyberpunk 2077 Mobile mengandung ransomware

“Selama pandemi Covid-19, kejahatan dunia maya juga meningkat karena banyak orang yang mengadopsi teknologi,” kata direktur regional Asia Tenggara, Menlo Security, CK Mah dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/6/2022).

Mah mengutip data dari Laporan Penilaian Cyber ​​​​Interpol 2021

, yang menemukan sekitar 2,7 juta serangan ransomware di negara-negara Asia Tenggara pada tahun 2021.

Dari total tersebut, Indonesia berada di urutan teratas dengan 1,3 juta kasus. Di bawah Indonesia adalah Vietnam dengan 886.784 kasus dan Thailand dengan 192.652 kasus.
Ilustrasi tebusan yang diberikan kepada peretas untuk membuka akses ke komputer yang dikunci oleh ransomware. [Shutterstock]

Ilustrasi tebusan yang diberikan kepada peretas untuk membuka akses ke komputer

yang dikunci oleh ransomware. [Shutterstock]

Mah juga mengutip data dari National Cyber ​​Security Index (NCSI), di mana laporan tersebut menunjukkan bahwa keamanan siber Indonesia menempati urutan ke-6 di antara negara-negara ASEAN lainnya. Indonesia juga menempati urutan ke-83 dari 160 negara di dunia.

Mah menjelaskan, ancaman siber umumnya menyasar perusahaan besar dan institusi pemerintah, terutama dalam tiga tahun terakhir.
Didukung oleh GliaStudio

“Salah satu alasan utamanya adalah jaringan lama dan infrastruktur keamanan jaringan tidak lagi dapat mengakomodasi cara orang bekerja di lanskap modern saat ini, termasuk mencegah ancaman adaptif yang sangat mengelak (HEAT) yang dapat menyebabkan ransomware,” jelasnya.

Ini adalah laporan terbaru tentang tingginya tingkat serangan ransomware di Indonesia, yang kemarin tertinggi di ASEAN pada tahun 2022.

Baca Juga :

https://aprikalsel.co.id/