Pengertian Arthropoda, Klasifikasi, Ciri, Jenis dan Contoh
By: Date: 2021-05-06 Categories: Pendidikan
pengertian-arthropoda

Pahami tentang artropoda

pengertian-arthropoda

Arthropoda merupakan salah satu filum di Kerajaan Animalia yang merupakan filum terbesar dalam klasifikasi makhluk hidup. Anggota suku arthropoda ini mencapai 80% dari semua makhluk hidup di bumi. Secara bahasa, kata arthropoda berasal dari bahasa Yunani, “Arthro” yang berarti ruas dan Podos yang berarti kaki. Oleh karena itu, arthropoda juga disebut sebagai hewan tersegmentasi atau hewan tersegmentasi.

Karakteristik arthropoda

Berdasarkan uraian di atas maka dapat kami rangkum beberapa ciri utama suku arthropoda secara umum yaitu:

  • Artropoda ini adalah hewan dengan tubuh tersegmentasi yang memiliki banyak kaki.
    Arthropoda memiliki tubuh yang terbagi menjadi tiga segmen utama, yaitu kepala dan dada (dada) dan perut (perut).
  • Arthropoda memiliki kerangka luar, kerangka eksternal pelindung atau keras dan kuat yang terbuat dari kitin.
  • Habitat arthropoda ini sangat luas, mereka dapat atau dapat ditemukan hampir di mana saja
  • Arthropoda ini dapat atau dapat bereproduksi secara seksual atau aseksual. Sistem saraf ini adalah sistem saraf tangga tali, sistem peredaran darah terbuka, seluruh sistem pencernaan, organ utama sistem ekskresi adalah tubuh Malphigi dan sistem pernapasan bervariasi (tergantung spesiesnya).
    Ada 4 kelas arthropoda, yaitu krustasea (krustasea), arakhnida (laba-laba), kelabang (berkaki banyak), dan serangga (serangga).

Struktur tubuh arthropoda

Karena banyaknya anggota, struktur tubuh arthropoda bervariasi tergantung pada kelompoknya. Umumnya arthropoda ini memiliki tubuh yang terbagi menjadi tiga segmen utama, yaitu kepala, dada (thorax), dan perut (abdomen). Tubuh arthropoda simetris secara bilateral, yaitu ketika tubuhnya dibelah melalui mulut dan anus, hewan tersebut terbagi menjadi dua bagian yang persis sama. Artropoda ini memiliki kerangka luar, yaitu kerangka luar pelindung atau keras dan kuat yang terbuat dari kitin. Umumnya di bawah ruas tubuh terdapat bagian yang tidak mengandung kitin, sehingga mudah untuk digerakkan.

Jumlah kaki pada arthropoda ini umumnya lebih dari 2 pasang, tetapi semuanya termasuk dalam kelasnya. Selama fase pertumbuhan, banyak kelompok suku ini yang mengalami perubahan bentuk (metamorfosis) dan perubahan kerangka luar (ecdysis). Habitat arthropoda ini sangat luas, mereka dapat atau dapat ditemukan di hampir semua tempat, baik itu laut, air tawar, darat atau sebagai parasit. Ada 750.000 spesies arthropoda yang diketahui.

Ukuran dan bentuk tubuh arthropoda

Ukuran tubuh arthropoda ini bervariasi, ada yang kecil, mulai dari kurang dari 0,1 mm (misalnya tungau dan kutu) hingga lebih dari 3 m (misalnya kepiting Macrocheira kaempferi). Bentuk tubuh arthropoda ini juga sangat berbeda. Tubuhnya simetris secara bilateral dan dilindungi oleh eksoskeleton.

Artropoda ini memiliki anggota tubuh dengan struktur dan fungsi yang berbeda, seperti sayap untuk terbang, kaki untuk berjalan atau berenang, cakar untuk menangkap mangsa, dan alat kopulasi, serta alat pertahanan dan reseptor sensorik.

Sistem organ artropoda

Sistem reproduksi arthropoda

Reproduksi Arthropoda mungkin atau mungkin seksual atau aseksual. Secara seksual terjadi melalui proses pedogenesis, yang diperbanyak melalui pembuahan oleh hewan jantan dan biasanya terjadi pada anak muda. Sedangkan untuk reproduksi aseksual melalui proses partenogenesis yaitu reproduksi tanpa pembuahan oleh jantan.

Sistem saraf Arthropoda

  • Sistem saraf arthropoda ini merupakan sepasang sistem saraf tangga tali yang terletak di sisi perut tubuhnya. Artropoda ini memiliki antena berbentuk antena di tubuhnya.
    Sistem peredaran darah (sistem peredaran darah) arthropoda
  • Sistem peredaran darah artropoda ini adalah sistem peredaran darah terbuka yang terdiri dari jantung dengan pembuluh darah pendek. Darah berwarna hijau dan disebut hemolimf.

Sistem pernapasan artropoda

Sistem pernapasan pada arthropoda bervariasi tergantung pada jenisnya; beberapa bernapas melalui insang, paru-paru, batang tenggorokan, atau bahkan melalui pori-pori di permukaan tubuh mereka.

Sistem pencernaan Arthropoda

Sistem pencernaan Arthropoda adalah sistem pencernaan lengkap yang terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan anus. Mulut dilengkapi dengan berbagai alat tambahan yang dapat atau dapat mempermudah pencernaan makanan. Contohnya adalah rahang belalang.

Sistem ekskresi arthropoda

Organ ekskresi utama pada arthropoda adalah kelenjar hijau, sering disebut tubulus Malpighi. Kelenjar ini merupakan tempat keluarnya limbah metabolisme dari dalam tubuh.

Cara hidup dan habitat

Cara hidup arthropoda ini sangat beragam, ada yang hidup bebas, parasit, komensal atau simbiosis. Di lingkungan kita sendiri sering kita jumpai kelompok hewan ini, misalnya kupu-kupu, capung, nyamuk, lalat, semut, belalang dan lebah. Habitat persebaran arthropoda juga sangat luas. Ada yang di gurun, di laut, di air tawar, dan di padang rumput.

Klasifikasi Arthropoda

1. Arachnida

Kata untuk arachnida berasal dari kata Yunani “arachno” yang berarti laba-laba. Tapi anggota kelas ini tidak semuanya laba-laba. Umumnya anggota memiliki dua bagian tubuh utama, yaitu bagian depan (kepala) dan bagian belakang (perut). Namun ada tiga bagian tubuh pada Scorpio, yaitu depan (kepala), tengah (badan) dan belakang (ekor).

Ciri arakhnida

Karakteristik utama arakhnida adalah sebagai berikut:

  • Tubuh memiliki ruas yang terdiri dari sefalotoraks (kepala-dada) dan juga perut (tidak tersegmentasi).
  • Memiliki empat pasang anggota tubuh.
  • Banyak yang hidup di darat, ada pula yang ditemukan di air laut atau hidup sebagai parasit.
  • Tidak memiliki antena di kepala-dada (sefalotoraks).
  • Mulut ini memiliki mulut yang fungsinya untuk menahan atau menangkap mangsa dan sering disebut sebagai clisera.
  • Memiliki sentuhan dan pemotong biasanya disebut pedipalpus (terletak di belakang clisera).
  • Darah mengandung hemoglobin.

Contoh dan klasifikasi arakhnida kelas

Secara umum arakhnida ini terbagi menjadi empat atau lima ordo utama, antara lain:

  • Urutan Araneae: itu adalah kelompok laba-laba sejati
  • Order of the Scorpions: Adalah grup Scorpio sungguhan.
  • Order of the Opiliones: Ini adalah kelompok “pemotong laba-laba” (s: harvestmen).
  • Subkelas Acari (Superorder Acariformes dan juga Superorder Parasitiformes): Ini adalah sekelompok tungau dan kutu.
  • serta pesanan kecil lainnya

2. Krustasea (krustasea)

Krustasea ini termasuk golongan arthropoda yang hidup di air. Krustasea ini mungkin atau mungkin ditemukan di air laut atau air tawar.

Sifat krustasea

Beberapa ciri utama krustasea adalah sebagai berikut:

  • Memiliki dua pasang antena di kepala.
  • Memiliki tubuh tersegmentasi yang terdiri dari sefalotoraks (kepala-dada) dan perut (perut).
  • Bagian luar tubuh merupakan exoskeleton yang terbuat dari bahan horny (kitin).
  • Memiliki atau tidak memiliki pembuluh darah kapiler.
  • Lakukan atau miliki sepasang kaki di setiap ruas tubuh.
  • Dapat menyebabkan bulu.
  • Pertukaran udara terjadi melalui difusi.

Contoh dan Klasifikasi Crustacea Subphylum

Klasifikasi saat ini yang masih digunakan umumnya menggunakan enam kelas yang dikemukakan oleh Martin dan Darvis (2001), antara lain:

  • Kelas Branchiopoda: Ini adalah krustasea akuatik dan memiliki insang pada banyak anggota tubuh tambahan, termasuk bagian mulutnya.
  • Kelas Cephalocarida: Ini adalah krustasea yang hidup di perairan laut dalam (bentik).
  • Kelas Remipedia: Ini adalah krustasea buta yang hidup di air laut dan memiliki kaki baris.
  • Kelas Maxillopoda: Ini adalah kelas krustasea yang beragam dan masih diperdebatkan secara filogenetik. Anggota ini juga termasuk teritip dan kutu ikan.
  • Kelas Ostracoda: Ini adalah krustasea yang datar dan juga memiliki cangkang yang berbentuk seperti kerang.
  • Kelas Malacostraca: Ini adalah kelas terbesar atau juga kelas utama krustasea. Nama Malacostraca berarti “kulit lunak”, tetapi sebenarnya cangkangnya hanya lembut setelah dikuliti. Anggota kelas ini adalah lobster, kepiting, kepiting air tawar, dan udang galah.

3. Myriapoda

Kata Myriaooda berasal dari bahasa Yunani dan merupakan “Myria” yang artinya banyak dan “Podos” yang artinya kaki. Seperti namanya, Myriapoda ini merupakan kelompok hewan dengan kaki yang cukup banyak.

Properti Myriaooda

Di bawah ini adalah beberapa ciri utama Myriapoda:

  • Tubuhnya panjang seperti cacing dan memiliki banyak ruas.
    Ada sepasang antena di kepala.
  • Memiliki 1 hingga 2 pasang kaki pada setiap ruas tubuh. Hewan yang memiliki 1 pasang kaki pada satu ruas tubuh disebut Debgab Chilopoda, sedangkan hewan yang memiliki dua pasang kaki pada setiap ruas tubuhnya disebut diplopoda.
  • Jumlah segmen meningkat dengan setiap proses pengelupasan kulit.

Contoh dan klasifikasi subfilum Myriapoda

Subfilum Myriapoda dibagi menjadi empat kelas, yaitu:

  • Kelas Chilopoda, itulah kelompok kelabang.
  • Kelas diplopoda, ini adalah kelompok kelabang.
  • Kelas Symphyla, ini adalah sekelompok Myriapoda kecil.
  • Kelas Pauropoda, ini adalah kelompok kecil Myriapoda.

4. Insecta / Hexapoda

Kata Insecta berasal dari bahasa Latin dan berarti serangga. Serangga ini adalah satu-satunya hewan invertebrata yang dapat terbang. Jenis dan tipe individu di kelas ini sangat banyak. Jumlah spesies serangga yang diketahui sekitar 750.000 spesies. Cabang ilmu yang mempelajari serangga ini disebut entomologi.

Sifat serangga

Di bawah ini adalah beberapa ciri utama dari serangga tersebut:

  • Tubuh terdiri dari 3 bagian tubuh utama yaitu kepala, badan dan perut.
  • Di atas kepala terdapat mulut dengan gaya menggigit, menghisap dan menelan.
  • Memiliki 3 pasang kaki.
  • Sebagian besar anggotanya tinggal di darat.
  • Mereka umumnya memiliki sayap dan bernapas dengan tenggorokan.
  • Tubuhnya dilindungi dari kitin oleh kulit keras yang berfungsi sebagai exoskeleton.

Contoh pemesanan serangga

Peran arthropoda

Di bawah ini adalah beberapa hewan yang ditemukan pada arthropoda yang pasti berperan dalam kehidupan manusia. Penjelasannya sebagai berikut:
Manfaat arthropoda

  • Krustasea
    Ini adalah sumber protein hewani dan juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Contohnya adalah: udang, kepiting, dan lobster.
    Ini merupakan sumber makanan bagi ikan, terutama mikrokrustasea yang merupakan bagian penting dari pembentukan zooplankton.
  • Myriapoda
    Ini membantu memecah sampah organik karena partikel sampah (detritus) dapat dipecah menjadi partikel yang lebih kecil. Contohnya seperti: Luwing / Kaki seribu.
  • Insecta
    Serangga ini terdiri dari spesies yang sangat berbeda, sehingga perannya dalam kehidupan manusia juga berbeda-beda.

Menguntungkan

  • Menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi manusia. Contohnya seperti: lebah madu menghasilkan madu, kepompong ulat sutera menghasilkan serat sutra.
  • Dukungan dengan penyerbukan / penyerbukan tanaman. Contohnya seperti kepik memakan kutu daun.
    Mendukung dalam proses penguraian sampah organik. Contohnya adalah: Kumbang kotoran, yang larvanya mendukung penguraian sampah organik berupa kotoran ternak.
  • Merupakan media pengobatan berbagai penyakit. Contohnya seperti: lebah hutan (Aphis mellifera) yang menggunakan sengatnya untuk mengobati berbagai penyakit dan terbukti mampu atau membantu menyembuhkan berbagai penyakit. Terapi dengan media lebah.
  • Juga merupakan sumber protein hewani. Contohnya seperti: Ada belalang kayu yang memanfaatkannya sebagai makanan.

Kerugian dari arthropoda

Kerugian dari arthropoda ini adalah sebagai berikut:

Arachnida
Secara umum, hal ini berbahaya bagi arakhnida yang disebabkan oleh:

Sebagai ektoparasit pada hewan ternak. Contohnya adalah: kutu.
Sarang tersebut menyebabkan rumah menjadi kotor. Contohnya seperti: laba-laba.

dan arthropoda juga berbahaya karena alasan ini

Sebagai vektor (agen infeksi) berbagai penyakit. Contohnya seperti: Anopheles sp. Nyamuk, nyamuk Aedes aygepti, Culex sp. Nyamuk, lalat tsetse, lalat tembakau dan lalat rumah.
Kerusakan tanaman. Contohnya adalah: larva kupu-kupu yang memakan semua jenis daun, kumbang kelapa yang juga memakan pucuk pohon kelapa, serta kutu busuk yang menghisap sari biji padi yang masih muda.

Sumber :