Pengertian E-Learning
By: Date: 2021-03-11 Categories: Pendidikan
Pengertian-E-Learning

Pengertian E-Learning

Sistem pembelajaran elektronik atau (Electronic learning disingkat E-learning) bisa didefinisikan sebagai sebuah format teknologi informasi yang diterapkan di bidang edukasi berupa situs yang bisa diakses di mana saja.E-learning adalahdasar dan konsekuensi logis dari pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi.

Pengertian-E-Learning

Dengan e-learning, peserta didik (learner atau murid) tidak butuh duduk dengan manis di ruang ruang belajar untuk memperhatikan setiap perkataan dari seorang guru secara langsung. E-learning pun dapat mempersingkat jadwal target masa-masa pembelajaran, dan pasti saja menghemat ongkos yang mesti dikeluarkan oleh suatu program studi atau program pendidikan.

Pengertian E-Learning Berdasarkan keterangan dari Para Ahli

Berikut ini terdapat sejumlah pengertian e-learning menurut keterangan dari para ahli, terdiri atas:

Darin E. Hartley tahun 2001

E-Learning adalahsuatu jenis belajar melatih yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke murid dengan memakai media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain.

Matthew Comerchero

E-learning ialah sarana edukasi yang merangkum motivasi diri sendiri, komunikasi, efisiensi dan teknologi.

Novi Hidayati, 2010

E-Learning ialah konsep edukasi yang memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam proses belajar mengajar.

Gilbert & Jones (2001)

E-learning adalahpengiriman pelajaran pembelajaran melewati suatu media elektronik laksana internet, intranet atau extranet, satelit broadcast, audio/video tape, interactive TV, CD-ROM, dan Computer Based Training (CBT).

The Australian National Training Authority (2003)

yakni menuliskan E-learning meliputi software dan proses yang menggunakan sekian banyak media elektronik laksana internet, intranet/extranet, satelit broadcast, audio/video tape, interactive TV, CD-ROM guna mengantarkan materi pembelajaran secara lebih fleksibel.

Kerangka E-Learning

Badrul Khan (2005) menyatakan bahwa ada delapan dimensi guna mengembangkan e-learning dengan setiap dimensi saling berhubungan dan saling dominan sebagai sebuah system. Diantaranya sebagai berikut:

Institusional (Penyelenggara)

Adanya unsur pelaksana yang mengelola masalah akademik, administrasi, dan layanan untuk peserta didik.

Manajemen

Adanya bagian pengelolaan yang berhubungan dengan pengelolaan pembelajaran dan penyaluran informasi untuk peserta didik.

Teknologi

Adanya infrastruktur untuk menyokong sistem penyelenggaraan E-learning.Hal ini mencakup perencanaan dan penyiapan infrastruktur hadware dan software laksana internet, LAN, WAN, koneksi, bandwidth computer, server, software, dan lain-lain).Ini paling penting, karena andai tidak terdapat teknologi yang menyokong maka E-learning tidak dapat berjalan.

Pedagogik

Adanya bagian proses belajar dan melatih yang mencakup apa yang dipelajari, apa destinasi pembelajaran yang hendak dicapai, siapa yang belajar, bagaimana desain, metode, dan strategi pembelajaran yang dipakai untuk menjangkau tujuan.

Etika

Adanya etika penyelenggaraan e-Learning, laksana masalah hak cipta, hak kekayaan intelektual, aturan main yang berlaku eksklusif (seperti sistem evaluasi, kepandaian khusus, dan lain-lain).

Desain Tampilan

Desain tampilan yang mencakup tampilan situs, isi, navigasi, aksesibilitas, interaktifitas, kecepatan, dan lainnya. Desain tampilan mesti menarik, supaya dapat menyerahkan kesan nyaman untuk peserta didik. Sehingga peserta didik bakal semakin motivasi dalam mengekor pembelajaran.

Sumber Daya Pendukung

Sumber daya yang diperlukan untuk menyokong proses e-lerarning. Tidak melulu sumber daya perangkat dan bahan, tetapi pun meliputi sumber daya manusianya, khususnya pengajar yang mesti terampil, paling tidak dapat mengoprasikan komputer dengan baik dan benar.

Evalusai

Untuk menyaksikan keberhasilan penyelenggaraan E-learning maka perlu dilaksanakan evaluasi guna mengukur keberhasilan pembelajaran maupun penyelenggaraan e-learning.Sehingga guna kedepannya bisa memperbaikai kekeliruan ataupun kelemahan yang telah ada.

Sumber: