PENGERTIAN PUISI: Struktur, Unsur, Ciri, Jenis
By: Date: 2021-04-06 Categories: Pendidikan
pengertian-puisi

Puisi adalah karya sastra yang mewadahi tulisan dan mengandung irama, pantun, irama dan teks dalam setiap ayatnya. Unsur-unsur puisi pada umumnya juga memiliki makna dan dapat mengungkapkan perasaan penyair yang dituangkan ke dalam bahasa imajinatif yang juga disatukan dengan menggunakan struktur bahasa yang sarat makna.

Definisi puisi

pengertian-puisi

Puisi merupakan karya seni berupa tulisan yang menggunakan kualitas estetika (keindahan bahasa) dengan menitikberatkan pada unsur bunyi, irama dan penggunaan diksi. Berdasarkan jenisnya, puisi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu puisi baru dan puisi lama. Tentunya masing-masing jenis puisi tersebut juga memiliki sifat dan struktur yang berbeda.

Pahami puisi menurut para ahli

Berikut pengertian puisi menurut ahli, diantaranya sebagai berikut:

Sumardi

Puisi adalah karya sastra di mana bahasa dipersingkat, bahasa dipadatkan dan sentuhan ritme ditambahkan ke ritme sesuai dengan suara, yang sesuai dengan pilihan kata-kata kiasan imajinatif.

Herman Waluyo

Puisi adalah karya sastra pertama yang ditulis oleh manusia dalam sejarah.

Thomas Carlye

Puisi merupakan ekspresi pemikiran yang disampaikan secara musikal.

Sastra Sudjiman

Puisi adalah salah satu jenis sastra yang bahasa yang digunakan terikat oleh irama, dimensi, pantun, dan juga sesuatu dalam susunan larik dan bait.

Watt-Dunton

Puisi adalah ekspresi konkret dan ekspresi artistik dari pikiran manusia dengan bahasa emosional dan ritmis.

H.B. Yassin

Puisi adalah emosi meluap yang berisi pikiran dan jawaban.

Berdasarkan pemahaman puisi yang dikemukakan oleh para ahli tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa makna puisi secara umum adalah karya sastra yang memuat unsur irama, irama, diksi, puisi lirik, dan juga menggunakan kata kiasan pada setiap baitnya, untuk menciptakan keindahan bahasa yang dapat digunakan untuk melepaskan perasaan atau imajinasi.

Elemen puisi

Pada dasarnya berdasarkan strukturnya, unsur-unsur puisi dapat atau dapat dibedakan menjadi dua jenis atau jenis, yaitu sebagai berikut:

Struktur fisik puisi

Di bawah ini adalah struktur fisik puisi tersebut, antara lain:

tipografi

Tipografi adalah bentuk puisi yang diisi dengan kata-kata, margin kiri dan kanan, dan tidak memiliki pengaturan baris hingga baris puisi yang tidak selalu diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan titik. Namun, hal-hal semacam ini bisa menentukan makna sebuah puisi.
artikulasi

Diksi adalah penampil kata yang digunakan penyair dalam puisinya. Karena puisi memiliki bahasa yang padat, maka wajib memilih kata-kata yang sesuai dan mengandung makna. Pemilihan kata tentunya dilakukan dengan memperhatikan ritme, nada dan estetika (keindahan bahasa).
gambar

Citra juga dikatakan sendiri yang merupakan elemen yang melibatkan penggunaan indera manusia, seperti citra suatu penglihatan, citra suara, dan sebagainya. Penggunaan gambar-gambar ini dimaksudkan agar pembaca dan pendengar dapat membayangkan dan bahkan merasakan apa yang dirasakan penyair.
Kata-kata konkret

Kata konkrit adalah kata yang memungkinkan suatu gambar muncul. Misalnya, kata konkret ini ibarat permata di senja, yaitu pantai atau tempat yang cocok untuk melihat dari mana datangnya senja. Kata konkret itu banyak akal sehingga bisa menghasilkan atau menghasilkan gambar.
gaya bahasa

Gaya linguistik adalah penggunaan bahasa yang sifatnya tampak hidup dan, melalui penggunaan perumpamaan, juga memperoleh makna konotatif. Pada dasarnya gaya tutur dalam bentuk linguistik digunakan dalam puisi ini, mis. B. metafora, perumpamaan, anafora, paradoks, dll.
Irama / sajak

Irama atau rima adalah persamaan bunyi di awal, di tengah, atau di akhir puisi.

Struktur batin puisi

tema

Subjek merupakan salah satu elemen utama dalam membuat puisi karena subjek sangat erat kaitannya dengan makna yang ditunjukkan oleh pengarang dalam puisi. Tanpa subjek yang jelas pasti akan menghasilkan puisi yang tidak memiliki makna yang jelas.
volume

Nada mengacu pada sikap penyair terhadap pembacanya. Pada dasarnya nada yang digunakan bermacam-macam, mis. B. nada sombong, nada tinggi, nada rendah dan sebagainya.
mandat

Pesan tersebut adalah pesan yang terkandung dalam puisi majemuk. Amanat ini dapat ditemukan melalui tafsir puisi secara langsung.

Puisi baru dan puisi lama

Puisi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu puisi baru dan puisi lama. Berikut pengertian puisi baru dan puisi lama beserta ciri dan tipenya sebagai berikut:

Puisi baru

Pengertian Puisi Baru adalah jenis puisi yang tidak lagi terikat pada aturan, artinya puisi baru ini memiliki bentuk yang lebih bebas dari puisi lama dalam segala hal seperti pantun, baris, bait, diksi, dll.
Properti puisi baru

  • Itu simetris atau memiliki bentuk yang rapi.
  • memiliki sajak yang teratur.
  • Lebih banyak dengan puisi atau pola berima.
  • Umumnya berupa empat helai.
  • Terdiri dari unit sintaksis (Gatra).
  • Setiap Gatra terdiri dari 4 sampai 5 suku kata.

Puisi gaya baru

Puisi baru ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu menurut isi dan bentuknya:
Jenis puisi baru berdasarkan isinya

  • Balada adalah puisi yang berisi cerita atau cerita.
  • Hymne adalah puisi pujian atau pujian yang ditujukan atau ditujukan kepada Tuhan, negara, atau apapun yang dianggap sangat penting dan sakral.
  • Romansa adalah puisi yang mengungkapkan perasaan yang umumnya menimbulkan efek romantis.
  • Ode adalah puisi yang sifatnya memuji orang-orang yang sangat pantas. Secara umum ode ini diberikan kepada orang tua, pahlawan, dan juga orang-orang hebat.
  • Epigram adalah sebuah karya puisi yang berisi panduan atau pelajaran hidup. Epigram ini menyiratkan elemen pengajaran;
    didaktik adalah puisi yang berjuang dengan nasihat yang mengarah pada kebenaran yang bisa menjadi pedoman; Ada contohnya.
  • Elegi adalah puisi yang mengungkapkan perasaan sedih atau teriakan dalam bentuk ratapan atau ratapan tentang suatu kejadian atau peristiwa.
  • Satire adalah puisi yang mengandung unsur sindiran atau kritik terhadap seseorang atau segala sesuatu.

Jenis puisi baru berdasarkan bentuknya

  • Distikon adalah puisi yang setiap syairnya hanya terdiri dari dua baris, atau sering juga diucapkan dengan puisi bersenar dua.
  • Perzinahan adalah puisi yang memiliki tiga baris di setiap baitnya, atau disebut juga dengan puisi bersenar tiga.
  • Kuarter adalah puisi yang memuat empat baris kalimat sekaligus, atau disebut puisi bersenar empat.
  • Kuint adalah puisi dengan lima baris kalimat masing-masing atau disebut sebagai puisi lima string.
  • Sektet adalah puisi yang memuat enam baris kalimat dalam setiap syairnya atau disebut sebagai puisi beruntai enam.
  • Ketujuh adalah puisi dengan tujuh baris kalimat di setiap bait atau disebut sebagai puisi tujuh untai.
  • Oktaf adalah puisi delapan baris di setiap bait atau disebut sebagai puisi delapan senar.
  • Soneta adalah puisi paling terkenal di kalangan penyair karena soneta ini sepertinya sulit untuk dibuat dan menjadi tantangan bagi seorang penyair. Soneta sendiri adalah jenis puisi baru dengan empat belas baris yang dibagi lagi menjadi empat bait, di mana dua bait pertama berisi empat baris dan dua baris terakhir berisi tiga baris.

Puisi tua

Puisi kuno merupakan jenis puisi yang masih terikat atau berkaitan erat dengan kaidah dan kaidah penulisan, yang berlaku sebagai berikut:

  • Jumlah kata dalam satu baris.
  • Jumlah baris kalimat dalam sebuah bait.
  • Sajak atau sajak.
  • Jumlah suku kata.
  • Penggunaan ritme.

Fitur puisi kuno

Puisi kuno memiliki sifat-sifat berikut:

Tidak diketahui siapa nama penulis puisi itu.
Merupakan sastra lisan karena disampaikan dan diajarkan secara lisan.
Sangat terkait dengan aturan dan juga aturan yang berlaku, seperti gaya bicara, diksi, rima, intonasi dan sebagainya.

Jenis puisi kuno

  • Mantra:
    merupakan tuturan yang dianggap sangat penting dan sakral serta memiliki kesaktian. Umumnya mantra digunakan dalam upacara tertentu, seperti mantra yang menolak hujan dan sebaliknya.
  • Pantun:
    adalah jenis puisi kuno yang bertahan hingga hari ini. Puisi ini memiliki pantun a-a-a-a atau a-b-a-b yang masing-masing memiliki empat atau delapan baris. Karenda dapat membedakan puisi-puisi tersebut berdasarkan temanya, yaitu: pantun lucu, pantun anak-anak, pantun kehidupan dan sebagainya.
  • Talibun:
    adalah puisi yang berisi jumlah baris genap di setiap baitnya, biasanya enam, delapan, sepuluh baris atau kelipatan dua lainnya.
  • Teks:
    adalah puisi atau karya sastra dari bahasa arab yang memiliki atau memiliki puisi a-a-a-a. Biasanya ayat ini menceritakan sebuah cerita yang mengandung pesan.
  • Karmina:
    merupakan rima yang sangat pendek atau biasanya disebut sebagai rima cepat.
  • Gurindam:
    adalah puisi yang hanya memiliki dua baris kalimat di setiap baitnya, memiliki a-a-a-a-rhyme, yang juga memiliki konsili atau mandat.

Sekian uraian tentang makna puisi, sifat, jenis, unsur dan struktur menurut para ahli yang semoga dapat bermanfaat bagi anda.

Sumber :